Selasa, 24 Maret 2009

Tuhan membantu, bukan membatu.

Senja di J.co
Jika memang Tuhan ada, tentu Ia adalah pribadi yang sungguh kreatif.
Saya percaya Tuhan membantu, bukan membatu. Ia mendengar jeritan hingga rintihan jiwa yang terluka bahkan yang terhilang. Satu line dari Agnes Monica, "My God is always BIGGER than my problems"

Sejenak saya terhenti, ada panggilan telepon dari seorang staff kenalan saya. Beberapa waktu yang lalu beliau sempat ngobrol dan saya mengutarakan keinginan saya untuk menjadi guru les. Motif saya jelas, saya menabung untuk membangun kembali hidup saya. Sekarang, dihadapan saya ada beberapa tawaran. Saya tersenyum simpul. He really is ALMIGHTY.

Sebuah notes di FB, dari seorang teman yang dikenal lewat dunia maya. Kini menjelma nyata menjadi sesosok gadis yang mengulurkan tangannya ramah. Dari status sederhana, bantuan datang tanpa dikira. Semua ada jalannya.

Tuhan menjawab lewat banyak hal, terutama tanganNya yang mengulurkan bantuan melalui alam semesta ini. Saya percaya tidak ada doa yang terlewat olehNya. Kadang mungkin terasa terlalu lama sampai tanganNya ikut bekerja. Tetapi menikmati peliknya masalah tanpa terseret kedalamnya itulah seni dari menikmati hidup.

Saya berdoa. Saya berusaha. Saya percaya. Tuhan yang tuntun langkah saya.
Bagaimana dengan anda?

dunia dari kacamata (nyaris) dua puluh

Sebenarnya ini judul ini hanyalah sekilas yang terlintas di benak saya ketika ingin membuat sebuah blog (lagi).
Maknanya sederhana saja.
Usia dua puluh itu seolah gerbang kedewasaan antara diri saya dan dunia.
Seperti detik-detik menjelang lulus SMA, menjelang kuliah kehidupan.
Belajar memakai kacamata baru, kacamata seorang wanita.

Buat yang pernah memakai sebuah kacamata, tentu ingat rasanya saat pertama kali memandang lewat lensa itu.
Dunia yang samar menjadi nyata dengan segala kerumitannya.
Butuh waktu untuk terbiasa dengan pemandangan baru ini.
Memandang segalanya lebih jelas memberikan tanggung jawab yang lebih berat. Sebuat tindakan.

Menjelang usia dua puluh, kondisi saya?
Putus kuliah, jobless.

Nampaknya untuk hidup saya, dua puluh adalah angka yang fenomenal.
Saya akan memasuki dunia kuliah (kembali).
Saya belajar banyak dari kuliah 'kehidupan' selama dua tahun terakhir, terlalu berharga untuk dilupakan.

Belajar menjalani hidup yang terkadang adil.
Perjalanan masih panjang karena saya masih enggan mengakhiri kisah ini dengan terburu-buru.

Masih banyak halaman yang menanti untuk diisi dengan kisah saya.

Saya mengukir hidup saya, pengalaman dan kenangan yang ingin terabadikan dalam kata yang terbaca banyak mata.


Ups, saya sakit perut. Lagi-lagi karena hazelnut.
Musuh perut saya.


TTFN darling!


XOXO