Selasa, 24 Maret 2009

dunia dari kacamata (nyaris) dua puluh

Sebenarnya ini judul ini hanyalah sekilas yang terlintas di benak saya ketika ingin membuat sebuah blog (lagi).
Maknanya sederhana saja.
Usia dua puluh itu seolah gerbang kedewasaan antara diri saya dan dunia.
Seperti detik-detik menjelang lulus SMA, menjelang kuliah kehidupan.
Belajar memakai kacamata baru, kacamata seorang wanita.

Buat yang pernah memakai sebuah kacamata, tentu ingat rasanya saat pertama kali memandang lewat lensa itu.
Dunia yang samar menjadi nyata dengan segala kerumitannya.
Butuh waktu untuk terbiasa dengan pemandangan baru ini.
Memandang segalanya lebih jelas memberikan tanggung jawab yang lebih berat. Sebuat tindakan.

Menjelang usia dua puluh, kondisi saya?
Putus kuliah, jobless.

Nampaknya untuk hidup saya, dua puluh adalah angka yang fenomenal.
Saya akan memasuki dunia kuliah (kembali).
Saya belajar banyak dari kuliah 'kehidupan' selama dua tahun terakhir, terlalu berharga untuk dilupakan.

Belajar menjalani hidup yang terkadang adil.
Perjalanan masih panjang karena saya masih enggan mengakhiri kisah ini dengan terburu-buru.

Masih banyak halaman yang menanti untuk diisi dengan kisah saya.

Saya mengukir hidup saya, pengalaman dan kenangan yang ingin terabadikan dalam kata yang terbaca banyak mata.


Ups, saya sakit perut. Lagi-lagi karena hazelnut.
Musuh perut saya.


TTFN darling!


XOXO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejak anda, bahwa anda pernah ada dan membaca.. enjoy!